Share this on 

Pembayaran ultra mikro (umi)

Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) merupakan program tahap lanjutan dari program bantuan sosial menjadi kemandirian usaha yang menyasar usaha mikro yang berada di lapisan terbawah, yang belum bisa difasilitasi perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

UMi memberikan fasilitas pembiayaan maksimal Rp10 juta per nasabah dan disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Pemerintah menunjuk Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebagai coordinated fund pembiayaan UMi. Pembiayaan UMi disalurkan melalui LKBB. Saat ini lembaga yang menyalurkan pembiayaan UMi antara lain: PT Pegadaian (Persero), PT Bahana Artha Ventura, serta PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Sumber pendanaan berasal dari APBN, kontribusi pemerintah daerah dan lembaga-lembaga keuangan, baik domestik maupun global.

VS

Perbankan dan Lembaga Keuangan

Lembaga Penyalur

Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

sd. Rp25 juta (Mikro) Rp25juta s.d. Rp500 juta (ritel)

Plafon

Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

Usaha Mikro dan Kecil

Penerima

Pelaku Usaha Ultra mikro

Jangka Panjang (>1 tahun)

Tenor Pinjaman

Jangka pendek (<52 minggu)

Usaha Kecil diperlukan agunan sebagaimana ketentuan Perbankan

Agunan

Untuk pembiayaan kelompok tidak ada agunan

Tidak wajib

Pendampingan dan Pelatihan

Wajib

Subsidi bunga

Konsep Dukungan Pemerintah

PIP memberikan pinjaman ke LKBB dengan bunga 2%-4%

Mekanisme perbankan

Prosedur Pinjaman

Mekanisme LKBB

Syarat Mendapatkan UMi:

Tidak sedang dibiayai oleh lembaga keuangan/koperasi.

Warga Negara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan Elektronik.

Memiliki ijin usaha/keterangan usaha dari instansi pemerintah dan/atau surat keterangan usaha dari penyalur.

Lembaga Penyalur

Kreasi UMi (PT Pegadaian)

Keuntungan :

Pengajuan Kredit sangat cepat dan mudah.

Jangka waktu pinjaman Fleksibel.

Pelunasan dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Jaminan BPKB.

Mekaar (PT Permodalan Nasional Madani)

Keuntungan :

Mengadopsi Pola Grameen Bank.

Wanita prasejahtera secara berkelompok.

Pinjaman modal serta binaan untuk membuka usaha.

Displin hadir dalam setiap pertemuan dengan kelompok dan mengangsur pinjaman.

Koperasi (PT Bahana Artha Ventura)

Keuntungan :

Lembaga Linkage

Komida

AKR

Sidogiri

BMT BUS

Daftar Pertanyaan

Warga Negara Indonesia yang memiliki usaha dengan kategori mikro, anda boleh menjadi debitur UMI. Dengan catatan:
1. Punya Nomor Induk Kependudukan (NIK) elektronik.
2. Punya surat keterangan usaha atau sejenisnya.
3. Tidak sedang punya hutang dengan lembaga keuangan/koperasi

Bisa. Yang penting telah terdaftar dan memiliki NIK Elektronik. Cukup meminta surat keterangan pengganti e-KTP di instansi terkait

Seorang debitur ketika akan menjadi debitur UMI, ia tidak sedang punya hutang. Dengan demikian diharapkan ia fokus dan mudah dalam melakukan pencicilan. Ini juga sekaligus melatih debitur UMI untuk melakukan manajemen utang.

Bagaimana membuktikannya? Bagi penyalur yang canggih, mereka umumnya terkoneksi dengan sistem informasi debitur, tetapi bagi penyalur yang tidak punya koneksi tersebut, cukup gunakan surat pernyataan dari debitur bahwa ia tidak punya utang. Tanggung jawab ada pada debitur tersebut.

Pasti Tahu. Karena penyalur dan pemerintah mempunyai Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) yang akan menjadi database penerima UMi. Dengan SIKP, seorang debitur pada saat yang sama tidak akan menerima fasilitas pembiayaan ganda. Apakah itu UMI atau KUR. 

Tidak banyak, dengan NIK elektronik, pemerintah bermaksud agar pengguna kredit UMi terdata dan diakui dalam sistem. Dengan surat keterangan usaha, diharapkan pengguna tahu bahwa untuk dapat berusaha, ada dokumen yang dipersyaratkan agar bisa terdata dalam sistem. Selain itu, kedua hal tersebut sekaligus menjadi insentif penghargaan bagi warga negara yang taat dalam melaksanakan aturan kependudukan dan keusahaan.

Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU PIP).

Tidak. BLU PIP hanya sebagai koordinator dana yang akan menyalurkan UMi ke Lembaga Penyalur. Selanjutnya Lembaga Penyalur yang akan menyalurkan ke pelaku usaha mikro.

Penyalur UMI adalah lembaga keuangan bukan bank yang telah lulus uji kecakapan dari PIP.

a. Memiliki pengalaman dalam pembiayaan UMKM paling singkat 2 (dua) tahun;
b. Mampu melakukan pendampingan atau pelatihan secara rutin;
c. Sehat dan berkinerja baik;
d. Memiliki online system dengan SIKP; dan
e. Kriteria lain yang ditetapkan oleh PIP.

Anda bisa saja menjadi penyalur linkage dari penyalur utama. Jika anda menjadi linkage, anda akan menyalurkan pinjaman dari penyalur utama. Hubungan anda dengan penyalur utama adalah hubungan bisnis ke bisnis. Pemerintah tidak menetapkan syarat untuk menjadi lembaga linkage, hanya menetapkan institusi apa saja yang boleh menjadi linkage yaitu:
a. Lembaga keuangan mikro
b. Lembaga perkreditan yang diakui adat
c. Koperasi

Uang yang diterima debitur UMI adalah uang penyalur. Bukan uang pemerintah. Sebab jika debitur UMI tersebut gagal bayar, pemerintah tetap menagih kepada penyalur. Karena akad perjanjiannya adalah antara pemerintah dengan penyalur. Bukan antara pemerintah dengan debitur UMI. 

Anda memiliki hak untuk menjadi debitur UMI seumur hidup anda adalah kumulatif 48 bulan saja atau 4 tahun selama anda masih dalam kategori usaha mikro. Anda boleh saja sekarang pinjam untuk jangka waktu 6 bulan. Berarti sisa hak anda adalah 42 bulan. Tetapi jika anda semula dalam akad meminjam dengan jangka waktu 6 bulan dan kemudian ternyata anda melunasi dalam waktu 1 bulan saja, maka hak anda yang tersisa adalah 47 bulan.

1. Konsep pembiayaan UMi adalah pertama-tama, dibentuk kelompok terlebih dahulu. Maksud dibentuk kelompok adalah memfasilitasi masyarakat yang tidak memiliki agunan. Karena ketiadaan agunan, maka diimbangi dengan pendampingan yang intensif dan tanggung renteng.
2. Setelah meningkat skala usahanya, debitur kelompok diharapkan telah mandiri dan memiliki sedikit aset yang dapat dijaminkan. Pada saat itulah debitur tersebut boleh lepas dari kelompok dan boleh mengambil skema individu yang mensyaratkan jaminan sebagai tanda kemandirian.

Uang pajak kita berdayakan mereka, #UangKita berdayakan Indonesia.

Nini Komalasari

Dahulu, ia hanya berdagang gorengan dan sosis bakar dengan gerobak yang ia pinjam dari mertuanya. Namun, karena mendapatkan pinjaman melalui UMi, kini ia bisa membuka warung sendiri bahkan membeli etalase untuk menambah dagangannya seperti mie instan dan aneka minuman. Kini, omzetnya pun mencapai Rp 500 ribu per hari. Berkat usahanya yang berkembang, ia bisa menyekolahkan anaknya dan membayar kontrakan untuk keluarganya.

Siti Khadijah

Ibu dari 4 orang anak ini awalnya berjualan sayur dan kebutuhan dapur. Namun karena kurang berkembang, ia dan suaminya memutuskan untuk menjual nasi uduk di malam hari. Siti Khadijah akhirnya mendapatkan pinjaman awal sebagai modal mengembangkan usahanya tersebut. Kini, ia telah memiliki rumah baru, kendaraan baru, dan menyekolahkan anaknya hingga lulus. Usahanya pun makin hari makin berkembang pesat.

Yuyun Sumiati

Sebagai seorang pedagang makanan ringan sesungguhnya bukanlah jalan yang mulus. Dan untuk Yuyun, UMi adalah jawaban atas doa dan kerja kerasnya. Sekarang ia mampu membesarkan usahanya, menyekolahkan anaknya, bahkan mengobati mata salah satu anaknya.

<
>